Lokasi Kematian Evia Maria Jadi Petunjuk Keluarga, Janggal Akhiri Hidup di Kos Tapi Tidak di Kamar
Keluarga menemukan hal janggal baru terkait kematian tak wajar Evia Maria Mangolo.
Evia Maria Mangolo mahasiswi PGSD Universitas Manado (UNIMA) yang ditemukan meninggal tak wajar pada Selasa (30/12/2025).
Kasus ini menjadi sorotan karena Evia sempat menulis surat mengungkap cerita telah dilecehkan oknum dosen UNIMA bernama Danny.
Namun seiring waktu, keluarga curiga Evia bukan meninggal karena mengakhiri hidup, tapi dibunuh.
Dugaan itu muncul setelah ditemukannya sejumlah kejanggalan pada kematian Evia.
Salah satu kejanggalan diungkap oleh kuasa hukum keluarga, Cyprus Tatali.
Menurut Cyprus, lokasi kematian Evia patut dipertanyakan.
Pasalnya, Evia ditemukan gantung diri bukan di kamar melainkan di lorong ruang tamu kamar kos yang ia tinggali di Tomohon, Sulawesi Utara.
"Tapi katanya di lorong depan ruang tamu," katanya Minggu (4/1/2026).
Cyprus menuturkan, hal itu salah satu kejanggalan dalam kejadian tersebut. Pun kain yang ditemukan di TKP.
"Kalau bunuh diri pada umumnya kan di kamar, jadi ada kejanggalan," katanya.
Bukti Lain
Keluarga telah memutuskan untuk mengotopsi jenazah Evia Maria demi penyebab kematian yang lebih terang.
"Agar supaya tidak ada multi tafsir, maka diputuskan untuk diadakan otopsi," kata Cyprus Tatali kepada Tribunmanado di rumah persemayaman jenazah di Perum CBA Gold Mapanget, Minut, Jumat (2/1/2026).
Dugaan soal Evia Maria dibunuh bermula dari dua temuan janggal tentang kondisi korban ketika ditemukan.
Ada beberapa luka lebam di bagian tubuh Evia Maria.
Sebagai informasi, lebam pada orang gantung diri biasanya timbul secara khas di bagian leher karena bekas jeratan.
Jarang ditemukan memar di bagian tubuh lain.
Sementara pada Evia Maria, tanda biru terlihat jelas di bagian pinggang kiri serta di paha atas Evia.
Selain itu, posisi kain yang melilit leher Evia juga dinilai janggal.
"Untuk posisi kain juga agak janggal," ungkap Cyprus.
Kain pada upaya gantung diri biasanya terpilin tidak rapi dan terdapat serat rusak akibat beban tubuh.
Titik gesek pada kain juga terlihat kuat lantaran menahan beban tubuh seseorang.
Kain yang terpasang relatif rapi dan tidak menunjukkan tanda tarikan ekstrem mungkin saja dipasang orang lain atau dipasang setelah korban sudah tidak bernyawa.
Dengan temuan ini, otopsi menjadi jalan bagi keluarga untuk menemukan penyebab sebenarnya kematian Evia Maria. (Tribun Trends/GPS/Tribun Manado)
Foto 1: Evia Maria Mangolo mahasiswi PGSD Universitas Manado (UNIMA) yang ditemukan meninggal tak wajar pada Selasa (30/12/2025).(Tribun Network)
Foto 2: Keluarga temukan fakta baru terkait kematian Evia Maria, lokasi kematian jadi pertanyaan besar.(Tribun Network)
Foto 3: Keluarga meyakini Evia Maria tidak akhiri hidup namun dibunuh. (Tribun Network)
